Sampang, Madura Orbit.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sampang pada Sabtu (3/1/2026) sore menyebabkan Sungai Kemuning meluap dan membanjiri permukiman warga di tiga desa.
Luapan sungai mulai menggenangi rumah-rumah warga yang berada di sepanjang bantaran Sungai Kemuning.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, membenarkan terjadinya banjir akibat luapan sungai tersebut. Menurutnya, banjir terjadi karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Omben, Kedundung, dan Robatal sejak Sabtu sore.
“Sekarang konsentrasi air masih di daerah Banyumas dan Kemuning. Mudah-mudahan tidak tinggi, sebab pantauan tim kami di wilayah Kecamatan Kedundung sungai sudah normal,” ujar Fajar, Minggu (4/1/2026).
Meski demikian, Fajar berharap intensitas hujan pada hari ini tidak kembali meningkat agar tidak menambah debit air Sungai Kemuning. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
“Jika tidak ada tambahan hujan di Pantura hari ini dan kondisi air laut juga tidak tinggi, mudah-mudahan situasi terkendali,” ujarnya.
Fajar menambahkan, tim BPBD Sampang telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah terdampak.
Berdasarkan data BPBD Sampang hingga pukul 12.30 WIB, desa yang terdampak banjir meliputi Desa Pangilen, Banyumas, serta Desa Kemuning dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter.
“Untuk wilayah kota saat ini terpantau aman. Beberapa titik seperti kawasan Suhadak dan Imam Bonjol memang sempat tergenang, namun ketinggian air masih sekitar 20 sentimeter,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi
















