SAMPANG, MADURAORBIT.id — Bertahun-tahun menunggu perbaikan yang tak pernah tiba, warga Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, akhirnya memilih berhenti berharap.
Jalan poros desa di Dusun Creccet yang rusak parah kini diperbaiki bukan oleh pemerintah, melainkan oleh tangan-tangan warga sendiri—dengan gotong royong dan siaran langsung di media sosial TikTok.
Jalan tersebut adalah jalur utama kehidupan warga. Setiap hari dilalui petani menuju sawah, pelajar berangkat ke sekolah, hingga pedagang yang menggantungkan hidup dari akses tersebut.
Namun kondisi jalan yang berlubang dan licin kerap memicu kecelakaan dan menghambat aktivitas warga.
“Kami sering melihat warga terjatuh di jalan ini, terutama saat hendak ke pasar. Sudah bertahun-tahun rusak, tapi tidak ada perbaikan,” ungkap Hasan Ali Tamam, warga Tobai Tengah.
Keprihatinan itu berubah menjadi aksi. Warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya.
Selain patungan antar warga dan dukungan tokoh masyarakat, mereka memanfaatkan live TikTok untuk menjangkau bantuan lebih luas. Dari virtual gift para penonton, dana perbaikan jalan pun mengalir.
Hasilnya, sekitar Rp125 juta berhasil dihimpun. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki tiga titik jalan sepanjang kurang lebih 800 meter di Dusun Creccet. Proses perbaikan dilakukan secara gotong royong, menjadi bukti kuatnya solidaritas di tengah keterbatasan.
Gerakan ini tidak berhenti di satu dusun. Dua dusun lain di Desa Tobai Tengah ikut melakukan aksi serupa.
Hingga kini, sedikitnya lima titik jalan poros dan jalan setapak di tiga dusun telah diperbaiki melalui swadaya masyarakat.
Warga berharap, langkah ini tidak hanya memperbaiki jalan, tetapi juga mengetuk hati para pemangku kebijakan.
Sebab bagi mereka, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi keselamatan dan perekonomian desa.
“Yang kami butuhkan sederhana: jalan yang layak. Semoga pemerintah benar-benar melihat dan mendengar suara warga,” pungkas Hasan.
Penulis : Redaksi
















