Skandal BLUD RSUD Sampang: Bupati dan Sekda Diperiksa Kejari, Dugaan Korupsi Rp3,3 Miliar Menguat

Madura Orbit

- Wartawan

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG,MADURAORBIT.id – Skandal dugaan korupsi pengelolaan keuangan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSUD dr Mohammad Zyn Sampang kian menyeruak. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, memeriksa langsung Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Yuliadi Setiawan dalam pusaran perkara yang diduga merugikan negara hingga Rp3,3 miliar.

Bupati Slamet Junaidi tiba di Kantor Kejari Sampang sekitar pukul 14.04 WIB dan menjalani pemeriksaan intensif selama hampir tiga jam. Pemeriksaan ini menjadi sinyal kuat bahwa penyidikan kasus keuangan BLUD rumah sakit milik daerah tersebut telah memasuki fase krusial.

Kepala Kejari Sampang, Fadhilah Helmi, menegaskan pemeriksaan terhadap dua pejabat teras Pemkab Sampang itu berkaitan langsung dengan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan BLUD RSUD dr Mohammad Zyn.

Baca Juga:  KH Itqon Bushiri Nahkodai MUI Sampang 2025–2030, Tegaskan Peran Ulama sebagai Mitra Strategis Pemerintah.

“Selain bupati, kami juga memeriksa Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang. Pemeriksaan ini bagian dari penyidikan dugaan penyalahgunaan keuangan BLUD RSUD Sampang,” tegas Fadhilah.

Meski berstatus sebagai saksi, posisi Slamet Junaidi dinilai strategis. Ia diperiksa bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai pihak pelapor yang membuka kasus ini ke ranah hukum. Penyidik kini tengah membedah secara detail aliran dana BLUD yang diduga diselewengkan sejak tahun 2023 hingga 2025.

Sedikitnya 22 orang saksi telah dimintai keterangan. Mereka diduga memiliki keterkaitan langsung dengan tata kelola dan penggunaan keuangan BLUD yang sarat penyimpangan.

Baca Juga:  Rp612 Miliar APBD Sumenep Masih Mengendap, DPRD Ingatkan Jangan Asal Kejar Serapan

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengakui laporan kasus ini berawal dari temuan Inspektorat Kabupaten Sampang yang mengindikasikan adanya praktik penggelapan pajak dan keuangan BLUD.

“Saya diperiksa sebagai saksi sekaligus pelapor. Berdasarkan temuan Inspektorat, ada indikasi kuat penggelapan keuangan BLUD yang dilakukan oleh seseorang berinisial W,” ujar Slamet Junaidi, yang akrab disapa Haji Idi.

Ia bahkan secara terbuka mendesak Kejari Sampang agar tidak berlama-lama dalam penanganan perkara ini dan segera menetapkan tersangka.

“Saya konsisten dengan laporan ini. Saya berharap penyidik segera menetapkan tersangka agar persoalan ini tidak terus menggantung dan menciptakan opini publik yang buruk,” tegasnya.

Baca Juga:  Ayah Lapor Polisi, Bocah 4 Tahun di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan

Dalam pemeriksaan tersebut, Haji Idi mengungkapkan dirinya justru mempertanyakan progres penyidikan kepada penyidik, menandakan desakan agar kasus ini tidak mandek di tahap saksi semata.

Berdasarkan audit Inspektorat Kabupaten Sampang, dugaan kerugian negara akibat penyalahgunaan keuangan BLUD RSUD dr Mohammad Zyn diperkirakan mencapai Rp3,3 miliar. Angka tersebut dinilai hanya puncak gunung es, seiring penyidik masih menelusuri potensi aliran dana ke pihak lain.

Kini, sorotan publik tertuju pada Kejari Sampang. Masyarakat menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus yang menyeret nama pejabat daerah dan menyangkut layanan kesehatan publik.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Klarifikasi Berlangsung Hampir 10 Jam, Korwil BGN Pamekasan: Kami Terbuka dan Kooperatif
Rokok Bodong L 300, Turbo dan Merah Delima Diduga Beredar di Madura, Garasi Jatim Desak Bea Cukai Bertindak
Aries Farida Hilang Misterius di Pamekasan, Polisi Sisir Petunjuk dari Rumah Berantakan
Kerangka Manusia di Sampang Kembali Gegerkan Publik, Forensik Temukan Tulang Baru dan Identitas Masih Misterius
Ayah Lapor Polisi, Bocah 4 Tahun di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan
Tangis Pecah di PN Sumenep, Musahwan Mengaku Korban Amukan ODGJ: “Kenapa Saya yang Ditahan?”
Ungkap Jambret Maut Plakpak, Kapolres Pamekasan Apresiasi 13 Personel Satreskrim: Tiga Hari, Pelaku Dibekuk!
Santriwati Korban Dugaan Pencabulan Dua Lora Menghilang Misterius, Keluarga Dan Pengacara Lapor Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:01 WIB

Klarifikasi Berlangsung Hampir 10 Jam, Korwil BGN Pamekasan: Kami Terbuka dan Kooperatif

Sabtu, 25 April 2026 - 09:54 WIB

Rokok Bodong L 300, Turbo dan Merah Delima Diduga Beredar di Madura, Garasi Jatim Desak Bea Cukai Bertindak

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:28 WIB

Aries Farida Hilang Misterius di Pamekasan, Polisi Sisir Petunjuk dari Rumah Berantakan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:06 WIB

Kerangka Manusia di Sampang Kembali Gegerkan Publik, Forensik Temukan Tulang Baru dan Identitas Masih Misterius

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:38 WIB

Ayah Lapor Polisi, Bocah 4 Tahun di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan

Berita Terbaru