Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas

Madura Orbit

- Wartawan

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Audiensi terkait mangkraknya proyek peningkatan Jalan Raya Tlagah–Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Pamekasan, Selasa (30/6/2026), berlangsung panas. Warga yang tergabung dalam Barisan Pelopor Keadilan Rakyat (BPKR) mengaku kecewa karena Kepala Dinas PUPR tidak menemui mereka secara langsung.

 

Massa menilai ketidakhadiran pimpinan OPD tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap keluhan masyarakat yang selama berbulan-bulan harus melintasi jalan rusak akibat proyek yang terhenti.

Baca Juga:  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

 

“Kami datang ingin bertemu langsung dengan kepala dinas untuk meminta kepastian. Yang kami terima hanya penjelasan tanpa solusi,” ujar salah satu peserta aksi, Zairi.

 

Dalam audiensi itu, warga menyoroti kondisi jalan yang telah dibongkar namun belum kunjung diselesaikan sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan dan memicu kecelakaan.

 

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pamekasan, Tri Gunawan, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp1,8 miliar telah disiapkan. Namun, pelaksanaan pekerjaan tertunda karena adanya pemeriksaan oleh aparat penegak hukum (APH).

Baca Juga:  Ustaz Cabuli 8 Santriwati, Pengasuh Pesantren di Kangean Dihukum 20 Tahun Penjara dan Kebiri Kimia

 

“Kami sudah menyiapkan anggaran Rp1,8 miliar. Pekerjaan sebenarnya direncanakan dimulai awal Januari, tetapi tertunda karena ada pemeriksaan dari APH,” jelasnya.

 

Penjelasan tersebut belum memuaskan massa. Audiensi pun berakhir tanpa kepastian jadwal penyelesaian proyek.

Baca Juga:  Malam Ulang Tahun Berujung Aib: Madura United Dipermalukan PSIM, Kartu Merah dan Emosi Pecah di SGMRP

 

BPKR memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata untuk melanjutkan pembangunan, mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar dengan melibatkan masyarakat dari sejumlah desa terdampak.

 

“Kami masih mengedepankan dialog. Tetapi jika tetap tidak ada solusi, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Zairi.

 

Berita Terkait

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan
Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter
Dari Warung hingga Kampus, 2.500 Sakera Bersatu Lorengkan Kemerdekaan RI di Yogyakarta
Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan
Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku
Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026
Demo Dugaan Rangkap Jabatan Mengemuka, Korwil BGN Pamekasan Bantah Keras
Serap Aspirasi Media, Ansari Undang Jurnalis Diskusi Santai di Kediamannya
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:52 WIB

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:10 WIB

Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026

Berita Terbaru