Ayah Lapor Polisi, Bocah 4 Tahun di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan

Madura Orbit

- Wartawan

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep,Madura Orbit.id – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali menggegerkan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun diduga menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri, seorang remaja yang masih berstatus pelajar madrasah tsanawiyah (MTs).

Kasus memilukan ini mencuat setelah ayah korban, berinisial S, melayangkan laporan resmi ke Polres Sumenep pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Peristiwa kelam ini diduga terjadi pada Desember 2025. Saat itu, S sedang bekerja merantau di Jakarta sebagai penjaga toko kelontong. Ia mendapatkan kabar mengejutkan dari pihak keluarga di Sumenep, bahwa putrinya mengeluhkan rasa sakit pada bagian alat vitalnya.

Baca Juga:  Disabet Saat Bertugas, Briptu Khairul Terbaring di RSUD Syamrabu, Bupati Bangkalan Berikan Semangat

“Saya langsung curiga ada perlakuan tidak senonoh. Tapi saya baru bisa pulang ke Madura pada Januari 2026 karena harus menunggu pengganti di toko,” jelas S saat memberikan keterangan.

Sekembalinya ke kampung halaman, S sempat mengonfirmasi langsung kepada terduga pelaku. Meski remaja tersebut membantah, kecurigaan S semakin kuat hingga akhirnya ia membawa sang anak ke tenaga kesehatan. Hasil pemeriksaan medis pun memperkuat dugaan adanya tindak asusila.

“Dokter memastikan anak saya sudah jadi korban asusila. Itu sebabnya dia kesakitan,” tambah S.

Baca Juga:  Drama Berdarah Pencurian Ternak di Burneh: Residivis Tewas Ditembak, Polisi Dibacok Pelaku

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumenep, Nurul Sugiyati, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah memberikan pendampingan intensif bagi keluarga korban. Menurutnya, pihak keluarga sempat mengalami kebingungan sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

“Ayah korban akhirnya memutuskan melapor ke polisi setelah berkonsultasi dengan kami,” ujar Nurul, Selasa (13/1/2026).

Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdyanto, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/11/2026/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur.

“Kami telah menerima laporan dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pelapor,” tegas AKP Agus Rusdyanto.

Baca Juga:  Aries Farida Hilang Misterius di Pamekasan, Polisi Sisir Petunjuk dari Rumah Berantakan

Diketahui, selama ini korban tinggal bersama kakek dan neneknya di Sumenep lantaran kedua orang tuanya bekerja di Jakarta. Kedekatan jarak rumah antara korban dan terduga pelaku disinyalir menjadi celah terjadinya interaksi yang berujung pada dugaan pencabulan tersebut.

LPA Sumenep berkomitmen untuk mengawal kasus ini, baik dari sisi hukum maupun pemulihan psikologis korban, sesuai dengan mandat Undang-Undang Perlindungan Anak. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan masyarakat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap lingkungan bermain anak.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Rokok Bodong L 300, Turbo dan Merah Delima Diduga Beredar di Madura, Garasi Jatim Desak Bea Cukai Bertindak
Aries Farida Hilang Misterius di Pamekasan, Polisi Sisir Petunjuk dari Rumah Berantakan
Kerangka Manusia di Sampang Kembali Gegerkan Publik, Forensik Temukan Tulang Baru dan Identitas Masih Misterius
Tangis Pecah di PN Sumenep, Musahwan Mengaku Korban Amukan ODGJ: “Kenapa Saya yang Ditahan?”
Ungkap Jambret Maut Plakpak, Kapolres Pamekasan Apresiasi 13 Personel Satreskrim: Tiga Hari, Pelaku Dibekuk!
Santriwati Korban Dugaan Pencabulan Dua Lora Menghilang Misterius, Keluarga Dan Pengacara Lapor Polisi
Aksi Begal Brutal di Pamekasan: Rampas Perhiasan, Korban Tewas Tertabrak Tiang
Skandal Pelecehan Santriwati di Ponpes Galis Bangkalan Terbongkar, Polda Jatim Tangkap dan Tahan UF

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 09:54 WIB

Rokok Bodong L 300, Turbo dan Merah Delima Diduga Beredar di Madura, Garasi Jatim Desak Bea Cukai Bertindak

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:28 WIB

Aries Farida Hilang Misterius di Pamekasan, Polisi Sisir Petunjuk dari Rumah Berantakan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:06 WIB

Kerangka Manusia di Sampang Kembali Gegerkan Publik, Forensik Temukan Tulang Baru dan Identitas Masih Misterius

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:38 WIB

Ayah Lapor Polisi, Bocah 4 Tahun di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tangis Pecah di PN Sumenep, Musahwan Mengaku Korban Amukan ODGJ: “Kenapa Saya yang Ditahan?”

Berita Terbaru