BANGKALAN,MADURAORBIT.id — Senyap ruang perawatan intensif RSUD Syamrabu, Minggu (14/12/2025), menjadi saksi kehadiran Bupati Bangkalan Lukman Hakim. Ia datang bukan untuk agenda seremonial, melainkan menjenguk Briptu Khairul Mufid, anggota Polres Bangkalan yang terluka parah akibat sabetan senjata tajam saat menegakkan hukum.
Briptu Khairul, personel Satreskrim Polres Bangkalan, kini terbaring setelah menjadi korban penyerangan brutal dalam operasi penangkapan pelaku pencurian hewan ternak di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, Jumat malam (12/12/2025). Luka yang ia derita menjadi harga mahal dari sebuah pengabdian.
Di hadapan keluarga dan rekan sejawat korban, Lukman Hakim menyampaikan empati mendalam. Baginya, insiden ini bukan sekadar peristiwa kriminal, melainkan peringatan keras bahwa aparat keamanan bekerja dalam bayang-bayang risiko nyawa.
“Kami sangat prihatin. Apa yang dialami Briptu Khairul menunjukkan betapa berat tugas aparat di lapangan. Ini bukan keberanian biasa, ini pengabdian,” ujar Lukman.
Ia menegaskan, keberanian Briptu Khairul adalah cerminan dedikasi aparat yang kerap luput dari sorotan publik. Karena itu, pemerintah daerah, kata Lukman, berdiri penuh di belakang aparat penegak hukum yang menjalankan tugas negara.
Tak berhenti pada simpati, Bupati Bangkalan melontarkan pesan tegas kepada masyarakat. Ia mengajak warga Bangkalan untuk berhenti bersikap pasif terhadap persoalan keamanan lingkungan.
“Keamanan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada polisi. Kalau kita peduli lingkungan, kejahatan bisa ditekan sejak awal,” tegasnya.
Lukman mendorong pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai benteng pertama pencegahan kriminalitas. Menurutnya, sinergi warga dan aparat menjadi kunci menciptakan Bangkalan yang aman dan kondusif.
“Jangan biarkan aparat berjuang sendirian. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi
















