Di Balik Jeruji, Doa Mengalir: Ratusan Napi Lapas Pamekasan Istighosah untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

Madura Orbit

- Wartawan

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, MADURAORBIT.id – Di tengah keterbatasan ruang dan kebebasan, ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan menunjukkan bahwa empati tak pernah terpenjara. Dari balik jeruji besi, mereka memanjatkan doa dan istighosah untuk para korban banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Doa bersama yang digelar di Masjid At-Taubah Lapas Pamekasan itu berlangsung khidmat dan penuh haru. Dipimpin pembina kerohanian, seluruh warga binaan larut dalam lantunan istighfar dan munajat, berharap Allah SWT memberikan keselamatan, kekuatan, serta ketabahan bagi saudara-saudara mereka yang tengah diuji musibah di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

Baca Juga:  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Meski tak mampu menyalurkan bantuan materi, para narapidana percaya bahwa doa tulus yang dipanjatkan dari hati terdalam mampu menjadi penguat bagi para korban. Tangis tertahan dan wajah-wajah penuh keprihatinan mewarnai istighosah, seolah menggambarkan kepedulian yang melampaui batas tembok pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, mengaku terharu melihat antusias dan keikhlasan para warga binaan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, rasa kemanusiaan adalah nilai yang terus ditanamkan dalam proses pembinaan.

Baca Juga:  Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat, Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyatakan Mundur Sebagai Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim

“Jeruji besi tidak memenjarakan hati dan nurani. Warga binaan kami membuktikan bahwa empati dan kepedulian tetap hidup. Doa ini adalah sumbangsih moral yang sangat tulus bagi para korban bencana,” tuturnya. Jum’at (12/12/2025)

Salah satu warga binaan berinisial FD (45), yang tengah menjalani hukuman dalam kasus narkotika, tak kuasa menyembunyikan rasa prihatinnya. Dengan suara lirih, ia menyampaikan harapan bagi para korban.

“Kami memang punya masa lalu yang salah. Tapi di sini, kami belajar memperbaiki diri. Untuk saudara-saudara kami di Sumatera, kami hanya bisa mengirim doa. Semoga Allah memberi kekuatan dan jalan untuk bangkit,” ucapnya.

Baca Juga:  Sektor Kesehatan Jadi Prioritas Penting, DPD RI Lia Istifhama Dukung RSUD Haji Jatim Bangun Gedung Khusus KJSU

Istighosah tersebut menjadi pengingat bahwa di balik label narapidana, masih ada hati yang peduli dan doa yang tulus. Melalui pembinaan spiritual yang terus digalakkan, Lapas Pamekasan berupaya menumbuhkan kembali nilai kemanusiaan, agar warga binaan tak hanya menjalani hukuman, tetapi juga menemukan makna empati dan harapan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan
Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter
Dari Warung hingga Kampus, 2.500 Sakera Bersatu Lorengkan Kemerdekaan RI di Yogyakarta
Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan
Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku
Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026
Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas
Demo Dugaan Rangkap Jabatan Mengemuka, Korwil BGN Pamekasan Bantah Keras

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:52 WIB

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:10 WIB

Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026

Berita Terbaru