PAMEKASAN, MADURAORBIT.id – Di tengah keterbatasan ruang dan kebebasan, ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan menunjukkan bahwa empati tak pernah terpenjara. Dari balik jeruji besi, mereka memanjatkan doa dan istighosah untuk para korban banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Doa bersama yang digelar di Masjid At-Taubah Lapas Pamekasan itu berlangsung khidmat dan penuh haru. Dipimpin pembina kerohanian, seluruh warga binaan larut dalam lantunan istighfar dan munajat, berharap Allah SWT memberikan keselamatan, kekuatan, serta ketabahan bagi saudara-saudara mereka yang tengah diuji musibah di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
Meski tak mampu menyalurkan bantuan materi, para narapidana percaya bahwa doa tulus yang dipanjatkan dari hati terdalam mampu menjadi penguat bagi para korban. Tangis tertahan dan wajah-wajah penuh keprihatinan mewarnai istighosah, seolah menggambarkan kepedulian yang melampaui batas tembok pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, mengaku terharu melihat antusias dan keikhlasan para warga binaan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, rasa kemanusiaan adalah nilai yang terus ditanamkan dalam proses pembinaan.
“Jeruji besi tidak memenjarakan hati dan nurani. Warga binaan kami membuktikan bahwa empati dan kepedulian tetap hidup. Doa ini adalah sumbangsih moral yang sangat tulus bagi para korban bencana,” tuturnya. Jum’at (12/12/2025)
Salah satu warga binaan berinisial FD (45), yang tengah menjalani hukuman dalam kasus narkotika, tak kuasa menyembunyikan rasa prihatinnya. Dengan suara lirih, ia menyampaikan harapan bagi para korban.
“Kami memang punya masa lalu yang salah. Tapi di sini, kami belajar memperbaiki diri. Untuk saudara-saudara kami di Sumatera, kami hanya bisa mengirim doa. Semoga Allah memberi kekuatan dan jalan untuk bangkit,” ucapnya.
Istighosah tersebut menjadi pengingat bahwa di balik label narapidana, masih ada hati yang peduli dan doa yang tulus. Melalui pembinaan spiritual yang terus digalakkan, Lapas Pamekasan berupaya menumbuhkan kembali nilai kemanusiaan, agar warga binaan tak hanya menjalani hukuman, tetapi juga menemukan makna empati dan harapan.
Penulis : Redaksi
















