PAMEKASAN,MADURAORBIT.id – Suasana Lapas Kelas IIA Pamekasan mendadak berubah tegang. Tanpa pemberitahuan, puluhan petugas hingga warga binaan satu per satu dipanggil untuk menjalani tes urin.
Langkah mendadak ini menjadi sinyal keras perang terhadap narkotika di balik tembok pemasyarakatan.
Tes urin digelar sesaat setelah jajaran lapas mengikuti zoom meeting dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Instruksi disampaikan spontan dan langsung dieksekusi, menutup celah kompromi sekaligus memastikan pemeriksaan berjalan objektif.
Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, menegaskan tes dilakukan tanpa skenario dan tanpa pengecualian. Seluruh pegawai yang bertugas hari itu wajib mengikuti pemeriksaan.
“Ini bentuk komitmen kami. Petugas lapas harus bersih. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba,” tegas Syukron.
Sebanyak 57 pegawai lapas, termasuk regu pengamanan, menjalani tes urin. Pengawasan diperluas dengan melibatkan 30 petugas magang dari Kementerian Ketenagakerjaan yang tengah bertugas di lapas.
Tak berhenti di petugas, pengawasan juga menyasar warga binaan. Dari 857 narapidana yang menghuni lapas, 30 orang dipilih secara acak untuk menjalani tes urin, sebagai upaya menutup semua potensi peredaran narkotika.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika. Temuan ini menjadi angin segar sekaligus penguat tekad Lapas Pamekasan dalam menjaga integritas dan keamanan lembaga pemasyarakatan.
Syukron menegaskan, tes urin dadakan akan terus dibarengi dengan penggeledahan mendadak secara berkala. Strategi ini diyakini mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di dalam lapas.
“Perang melawan narkoba tidak bisa setengah-setengah. Petugas dan warga binaan wajib patuh demi lapas yang aman, bersih, dan berintegritas,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi
















