Pengangguran Turun, Angkatan Kerja Naik: Kondisi Ketenagakerjaan Pamekasan 2025 Makin Membaik

Madura Orbit

- Wartawan

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN,MADURAORBIT.id – Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Pamekasan pada Agustus 2025 menunjukkan angin segar. Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan merilis data terbaru yang mengonfirmasi penurunan angka pengangguran serta meningkatnya partisipasi angkatan kerja dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, menyampaikan bahwa perbaikan ini terlihat jelas dari membaiknya dua indikator utama. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 1,33 persen, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 79,85 persen.

Baca Juga:  Bahas Berbagai Agenda Strategis, Rapat Pleno Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Provinsi Jawa Timur Sukses Digelar

“Jika dibandingkan Agustus 2024, TPT turun dari 1,64 persen menjadi 1,33 persen, sedangkan TPAK ikut mengalami kenaikan. Ini menunjukkan dinamika pasar kerja kita bergerak positif,” ujar Parsad Barkah.

Ia memaparkan bahwa jumlah angkatan kerja tahun ini mencapai 550.693 orang, meningkat lebih dari sepuluh ribu orang. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja ikut bertambah hingga 543.357 orang, menandai meningkatnya peluang kerja yang tersedia.

Sektor pertanian masih menjadi penopang utama lapangan kerja di Pamekasan dengan kontribusi 54,83 persen. Meski demikian, sektor jasa juga tumbuh, sementara sektor manufaktur mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga:  Kasus Pajak RSUD Sampang Memanas, Massa Desak Tersangka—Kejari Sinyalkan Kerugian Negara Bisa Lebih Besar

“Penduduk yang bekerja sebagian besar masih berada pada kategori informal, porsinya mencapai 77,70 persen. Mayoritas pekerja juga berpendidikan rendah,” ungkapnya.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pekerja lulusan SD sederajat masih mendominasi. Sementara lulusan perguruan tinggi mulai menunjukkan tren kenaikan meski porsinya tetap di bawah sepuluh persen. Uniknya, tingkat pengangguran tertinggi justru ditemukan pada lulusan SMA sederajat. Sebaliknya, mereka yang berpendidikan SMP ke bawah mencatat TPT terendah.

Baca Juga:  Oknum Perawat PPPK RSD Mohammad Noer Divonis Bersalah: Skandal Asusila di Poli Anak Terungkap Lewat CCTV

“Kami melihat adanya tantangan di kelompok berpendidikan menengah dan tinggi. Karena itu, dibutuhkan strategi penguatan kompetensi agar benar-benar selaras dengan kebutuhan industri,” tegas Parsad Barkah.

Dengan membaiknya indikator ketenagakerjaan ini, BPS menilai bahwa pasar kerja di Pamekasan terus menunjukkan tren pemulihan yang menjanjikan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas
Demo Dugaan Rangkap Jabatan Mengemuka, Korwil BGN Pamekasan Bantah Keras
Serap Aspirasi Media, Ansari Undang Jurnalis Diskusi Santai di Kediamannya
Bea Cukai Madura Temui Massa Aksi Untuk Serap Aspirasi Masyarakat
Ribuan Petani Tembakau dan Buruh Madura Turun ke Jalan, Suarakan “Lonceng Kematian” Industri Rokok Lokal
Hari Pers Nasional, Kabiro Harian Bangsa Dimas Soroti Tantangan Pers di Era Digital
Soroti Pupuk Mahal dan Aset Negara Raib, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Dinas Pertanian Sampang
Menunggu Janji yang Tak Datang, Warga Tobai Tengah Bangun Jalan Sendiri Lewat Live TikTok

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:43 WIB

Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:05 WIB

Demo Dugaan Rangkap Jabatan Mengemuka, Korwil BGN Pamekasan Bantah Keras

Senin, 23 Februari 2026 - 12:10 WIB

Bea Cukai Madura Temui Massa Aksi Untuk Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:44 WIB

Ribuan Petani Tembakau dan Buruh Madura Turun ke Jalan, Suarakan “Lonceng Kematian” Industri Rokok Lokal

Senin, 9 Februari 2026 - 00:07 WIB

Hari Pers Nasional, Kabiro Harian Bangsa Dimas Soroti Tantangan Pers di Era Digital

Berita Terbaru