Massa Datangi Lyco Cafe Sampang, Tuntut Klarifikasi Konten TikTok yang Dinilai Menyinggung Ulama

Madura Orbit

- Wartawan

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG,MADURAORBIT.id — Puluhan massa yang dikoordinatori Habib Abdurrahman mendatangi Lyco Cafe Sampang, Kamis (11/12/2025) malam. Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi terkait sejumlah konten TikTok milik kafe tersebut yang dinilai bernada nyinyir dan menyinggung kehormatan alim ulama serta umat Islam.

Menurut Habib Abdurrahman, warga yang hadir merasa keberatan dengan beberapa unggahan yang dianggap merendahkan para asatidz Pondok Pesantren Al-Ummah Bangkalan. Ia menegaskan bahwa persoalan sebelumnya sebenarnya telah selesai, namun muncul kembali setelah pemilik kafe diduga mengunggah konten bernuansa sindiran.

Ada bahasa-bahasa yang nyinyir, ada bahasa-bahasa yang membuat tersinggung umat Islam. Masalah sebelumnya sudah selesai, namun belakangan pemilik Lyco aktif mengunggah video nyinyir terhadap alim ulama, termasuk hal-hal yang dikaitkan dengan kasus Bangkalan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Timur Gelar Sosialisasi Pedoman Implementasi Tata Naskah dan Pakaian Dinas

Salah satu konten yang dipersoalkan adalah penggunaan kata “budeg” dan sebuah video yang memuat pernyataan, “air kalau diambil kyai harganya jadi lebih mahal.” Narasi tersebut dinilai melecehkan praktik keagamaan seolah-olah ulama memperjualbelikan air berkah hingga harganya naik dari Rp3.000 menjadi puluhan ribu.

Habib Abdurrahman menegaskan bahwa masyarakat meminta pemilik Lyco Cafe menghapus konten yang dianggap bermasalah dan tidak mengulanginya.

Baca Juga:  DPD RI Jatim, Lia Istifhama, Silaturahmi dan Serap Aspirasi di Ponpes Al-Hakimy Pasuruan

“Kami berharap pemilik Lyco betul-betul tidak mengulang kembali dan menghapus video tersebut. Kalau imbauan ulama tidak diindahkan, dan apa yang disampaikan pemilik Lyco tidak ditepati, maka kami siap memonitor, baik di dunia maya maupun nyata, bahkan mendorong proses hukum,” tegasnya.

Mediasi Difasilitasi Kepolisian

Ketegangan mereda setelah Kapolsek Kota Sampang, AKP Mohni, memfasilitasi mediasi antara massa dan pihak kafe. Dalam kesempatan itu, Mohni meminta semua pihak menjaga situasi tetap kondusif demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  Napak Tilas Isyarat Pendirian NU: Dzurriyah Muassis Telusuri Jejak Sejarah dari Bangkalan hingga Tebuireng

“Harapannya semua pihak tetap menahan diri. Kita selesaikan dengan kepala dingin, agar tidak menimbulkan kericuhan,” ujar Mohni.

Pihak Lyco Cafe Enggan Berkomentar

Sementara itu, Owner Lyco Cafe, Ahmad Herianto, memilih tidak memberikan keterangan kepada awak media.

“Maaf, kami tidak berkenan,” ujarnya singkat.

Meski demikian, pihak Lyco Cafe disebut telah menerima seluruh masukan dan keberatan yang disampaikan massa, walau belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan hingga berita ini diturunkan.

Perkembangan lebih lanjut masih ditunggu, termasuk apakah akan ada langkah hukum atau klarifikasi terbuka dari pihak kafe.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan
Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter
Dari Warung hingga Kampus, 2.500 Sakera Bersatu Lorengkan Kemerdekaan RI di Yogyakarta
Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan
Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku
Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026
Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas
Demo Dugaan Rangkap Jabatan Mengemuka, Korwil BGN Pamekasan Bantah Keras

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:52 WIB

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:10 WIB

Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026

Berita Terbaru