Pemkab Sampang–BULOG Resmikan Kerja Sama Strategis: Madura Siap Miliki Fasilitas Pascapanen Modern Pertama

Madura Orbit

- Wartawan

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG,MADURAORBIT.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Pulau Madura mencapai momentum penting. Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang dan Perum BULOG resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah untuk pembangunan infrastruktur pascapanen, Jumat (12/12/2025). Langkah ini dipandang sebagai terobosan besar yang akan mengakhiri ketergantungan petani Madura pada fasilitas pengeringan dan penggilingan di luar pulau.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi dasar pembangunan fasilitas modern berupa unit pengering (dryer), Rice Milling Unit (RMU), serta gudang/silo padi dan jagung yang selama ini tidak tersedia di Madura.

Arahan Presiden, Eksekusi BULOG

Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat rantai pasok dan kemandirian pangan nasional.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, BULOG membangun 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia. Madura selama ini belum memiliki fasilitas modern tersebut, sehingga petani harus mengirim gabah ke luar pulau—bahkan sampai Jember atau Bojonegoro—hanya untuk dikeringkan,” kata Sudarsono.

Baca Juga:  Tangis Pecah di PN Sumenep, Musahwan Mengaku Korban Amukan ODGJ: “Kenapa Saya yang Ditahan?”

Dengan hibah tanah seluas 6.300 meter persegi dari Pemkab Sampang, BULOG kini dapat menghadirkan fasilitas lengkap di Madura. Lokasi di Desa Taman, Kecamatan Jrengik, dipilih secara strategis karena berada di tengah pulau dan mudah diakses dari seluruh kabupaten.

“Ini akan menjadi pusat pengolahan hasil panen terpadu yang mampu mempercepat proses pengeringan, penggilingan, dan penyimpanan sesuai standar nasional. Ini bukan hanya pembangunan fasilitas, tapi solusi permanen atas persoalan petani Madura selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Sudarsono menambahkan, hadirnya fasilitas tersebut akan mengurangi biaya logistik, menjaga kualitas gabah, dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas. BULOG melihat kerja sama ini sebagai model ideal kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN pangan.

Baca Juga:  Banjir Setinggi 130 Sentimeter Lumpuhkan Jalur Bangkalan–Sampang, Ratusan Rumah Warga Blega Terendam

Bupati Junaidi: Ini Tonggak Sejarah Petani Madura

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi penuh atas langkah BULOG yang dinilai sangat relevan dengan kondisi pertanian Madura.

“Kami berterima kasih kepada Perum BULOG yang terus mendukung Asta Cita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Pemkab Sampang siap menyediakan lahan dan mendukung sepenuhnya pembangunan ini. Semua ini untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya masyarakat Sampang tetapi seluruh Pulau Madura,” tegasnya.

Junaidi menilai, keberadaan dryer, RMU, dan silo modern sudah menjadi kebutuhan mendesak, terutama saat panen raya ketika volume gabah meningkat pesat.

“Sampang berada di tengah Pulau Madura, sehingga fasilitas ini akan menguntungkan semua kabupaten. Saya berharap pembangunan ini menjadi acuan baru bagi Madura, bahkan bisa menjadi percontohan di luar Madura. Kami sangat optimis proyek ini berjalan baik dan membawa manfaat besar bagi petani,” ujarnya.

Baca Juga:  Ribuan Petani Tembakau dan Buruh Madura Turun ke Jalan, Suarakan “Lonceng Kematian” Industri Rokok Lokal

Akhiri Ketergantungan, Perkuat Ketahanan Pangan Madura

Selama bertahun-tahun, petani Madura harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengolah hasil panen di luar pulau. Tidak adanya fasilitas modern juga membuat kualitas gabah sering turun, sehingga harga jual menjadi lebih rendah.

Dengan kehadiran infrastruktur pascapanen terpadu di Sampang, proses pengolahan akan lebih efisien, cepat, dan berkualitas. Dampaknya langsung menyentuh petani: biaya lebih hemat, mutu terjaga, dan nilai ekonomi meningkat.

Penandatanganan MoU ini menandai awal transformasi besar sektor pangan Madura. Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, Madura untuk pertama kalinya akan memiliki fasilitas pascapanen berstandar nasional—menjadi fondasi kuat bagi kemandirian pangan di pulau garam tersebut.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Ribuan Petani Tembakau dan Buruh Madura Turun ke Jalan, Suarakan “Lonceng Kematian” Industri Rokok Lokal
Soroti Pupuk Mahal dan Aset Negara Raib, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Dinas Pertanian Sampang
Menunggu Janji yang Tak Datang, Warga Tobai Tengah Bangun Jalan Sendiri Lewat Live TikTok
Gift Ratusan Juta di Final D7 Dipersoalkan, Massa AMP3: Rakyat Perbaiki Jalan Sendiri, Pejabat Bagi Hadiah
UMK Pamekasan 2026 Resmi Naik, Gubernur Tetapkan Rp2,52 Juta Berlaku Januari
Rp612 Miliar APBD Sumenep Masih Mengendap, DPRD Ingatkan Jangan Asal Kejar Serapan
Kasus Pajak RSUD Sampang Memanas, Massa Desak Tersangka—Kejari Sinyalkan Kerugian Negara Bisa Lebih Besar
Pemkab Sampang Disorot Tajam, Izin Pendopo untuk Milad Muhammadiyah Dibatalkan Mendadak

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:48 WIB

Soroti Pupuk Mahal dan Aset Negara Raib, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Dinas Pertanian Sampang

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:18 WIB

Menunggu Janji yang Tak Datang, Warga Tobai Tengah Bangun Jalan Sendiri Lewat Live TikTok

Senin, 29 Desember 2025 - 11:58 WIB

Gift Ratusan Juta di Final D7 Dipersoalkan, Massa AMP3: Rakyat Perbaiki Jalan Sendiri, Pejabat Bagi Hadiah

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:38 WIB

UMK Pamekasan 2026 Resmi Naik, Gubernur Tetapkan Rp2,52 Juta Berlaku Januari

Selasa, 16 Desember 2025 - 10:19 WIB

Rp612 Miliar APBD Sumenep Masih Mengendap, DPRD Ingatkan Jangan Asal Kejar Serapan

Berita Terbaru