Drama Berdarah Pencurian Ternak di Burneh: Residivis Tewas Ditembak, Polisi Dibacok Pelaku

Madura Orbit

- Wartawan

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN,MADURAORBIT.id — Aksi pencurian hewan ternak yang selama ini menghantui warga Kecamatan Burneh, Bangkalan, berakhir dengan tragedi. Komplotan pencuri ternak berhasil dibongkar Polres Bangkalan dalam operasi senyap Jumat malam hingga Sabtu pagi. Satu pelaku tewas setelah ditembak polisi usai melakukan perlawanan brutal bersenjata tajam.

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono mengungkapkan, operasi ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang resah akibat maraknya pencurian sapi dan kambing di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Sampang Dikepung Banjir, Sungai Kemuning Tak Mampu Tampung Hujan

Sebanyak sembilan personel Satreskrim diterjunkan menyisir lokasi rawan. Di tengah gelap malam, polisi mendapati tiga pria yang diduga kuat bagian dari komplotan pencuri ternak lintas wilayah.

“Petugas menemukan tiga orang yang diduga pelaku pencurian hewan. Saat hendak diamankan, salah satu pelaku justru menyerang anggota,” ujar AKBP Hendro Sukmono, Minggu (14/12/2025).

Pelaku berinisial A, yang diketahui residivis kasus pencurian dengan kekerasan pada 2020, mengacungkan dua senjata tajam secara membabi buta. Serangan itu menyebabkan seorang anggota kepolisian mengalami luka di bagian perut.

Baca Juga:  Gus Miftah: Dakwah dengan Pendekatan Kekinian untuk Semua Kalangan

Tembakan peringatan telah dilepaskan. Namun pelaku tak mengindahkan dan terus menyerang, memaksa petugas mengambil tindakan tegas dan terukur demi menyelamatkan nyawa anggota.

Pelaku A akhirnya dilumpuhkan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, setelah menjalani perawatan medis, pelaku dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, satu pelaku lain berinisial Z berhasil diamankan tanpa perlawanan. Sedangkan pelaku berinisial S melarikan diri dan kini diburu aparat kepolisian.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengamuk, Puluhan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Kepung Pamekasan

Kapolres Bangkalan menegaskan, tindakan tegas yang dilakukan anggotanya telah sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).

“Situasi di lapangan terekam jelas. Tindakan anggota dilakukan untuk melindungi diri dan masyarakat. Kami juga masih mendalami motif serta kemungkinan adanya jaringan pencurian ternak yang lebih luas,” tegasnya.

Polres Bangkalan memastikan akan terus mengejar pelaku yang kabur serta memperketat patroli demi mengakhiri teror pencurian ternak yang merugikan dan menakutkan warga pedesaan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan
Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter
Dari Warung hingga Kampus, 2.500 Sakera Bersatu Lorengkan Kemerdekaan RI di Yogyakarta
Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan
Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku
Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026
Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas
Demo Dugaan Rangkap Jabatan Mengemuka, Korwil BGN Pamekasan Bantah Keras

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:52 WIB

300 Lebih Pemilik Toko Kelontong Berkumpul, Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Kerukunan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Lewat Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Cetak Generasi Berkarakter

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Hampir Sebulan Diselidiki, Kasus Pencurian di SDN Banyubulu 3 Belum Ungkap Pelaku

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:10 WIB

Dari Ingatan Kampung ke Panggung Internasional, Curriculum Vitae, 2000 Tampil di DITP 2026

Berita Terbaru