SAMPANG, Madura Orbit.id – Dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) 2024 di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang kian mengarah ke lingkaran kekuasaan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang melakukan penggeledahan masif di empat lokasi berbeda, termasuk rumah eks Wakil Bupati Sampang periode 2019–2024, Senin (22/12/2025).
Penggeledahan di kediaman AH, yang berlokasi di Jalan Jamaluddin, Kelurahan Gunung Sekar, Kota Sampang, menjadi sinyal keras bahwa penyidik tak lagi menyasar birokrasi level bawah. Langkah ini menegaskan dugaan adanya keterlibatan aktor penting dalam pengelolaan anggaran pendidikan bernilai miliaran rupiah tersebut.
Tak hanya itu, tim penyidik juga menggeledah rumah warga berinisial S di Jalan Suhadak, Kelurahan Dalpenang. Dua kantor strategis pemerintah daerah—Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sampang dan Kantor Dinas Pendidikan Sampang—ikut disisir, memperkuat dugaan bahwa praktik penyelewengan berlangsung sistematis dan terstruktur.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Sampang, Dieky Eka Koes Andriansyah, menegaskan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan perkara dugaan korupsi DAK dan DAU 2024.
“Penggeledahan dilakukan di empat lokasi yang diduga kuat memiliki keterkaitan langsung dengan perkara ini,” kata Dieky.
Dari operasi tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen yang dinilai krusial. Meski isi dokumen belum diungkap ke publik, Kejari memastikan seluruh berkas yang relevan dengan dugaan tindak pidana korupsi telah diamankan.
“Dokumen yang kami sita berkaitan langsung dengan dugaan korupsi DAK dan DAU. Semuanya menjadi bahan pendalaman penyidikan,” tegasnya.
Menariknya, Kejari menutup rapat alasan penggeledahan di rumah warga berinisial S. Dieky berdalih hal itu sudah masuk materi perkara, menandakan adanya benang merah yang belum bisa dibuka ke ruang publik.
Di sisi lain, para pihak yang namanya terseret memilih bungkam. Eks Wakil Bupati Sampang AH enggan memberikan klarifikasi. Sikap serupa ditunjukkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sampang Nor Alam serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sampang Muhammad Zis, yang tak merespons upaya konfirmasi hingga Senin sore.
Penggeledahan ini menjadi babak baru pengusutan dugaan korupsi anggaran pendidikan di Sampang. Kejari kini berada di bawah sorotan publik: apakah penyidikan ini akan berhenti di tumpukan dokumen, atau berlanjut pada penetapan pihak-pihak yang harus mempertanggungjawabkan dugaan penggerogotan uang rakyat tersebut.
Penulis : Redaksi
















