Santriwati Korban Dugaan Pencabulan Dua Lora Menghilang Misterius, Keluarga Dan Pengacara Lapor Polisi

Madura Orbit

- Wartawan

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, MADURA ORBIT.ID  – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret dua lora Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Seorang santriwati yang menjadi korban dalam perkara tersebut dilaporkan menghilang secara misterius dari rumahnya sejak Rabu (7/1/2026) dini hari.

Pengacara korban, Ali Maulidi, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kehilangan tersebut ke Polres Bangkalan dan Polda Jawa Timur, setelah korban tak kunjung ditemukan selama lebih dari dua kali 24 jam.

“Hingga sekarang korban tidak ada di rumah. Apakah diculik atau pergi atas kemauan sendiri, itu masih kami dalami,” ujar Ali, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:  Tas Penumpang Diduga Dijambret, Motor Hilang Kendali di Pegantenan: Nenek 60 Tahun Tewas di Tempat

Ali menambahkan, sehari sebelum korban menghilang, korban sempat didatangi dua santriwati yang mengaku sebagai utusan Ponpes Nurul Karomah. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar terkait hilangnya korban.

Hal senada disampaikan Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainnah. Menurutnya, korban terakhir kali terlihat berada di rumah pada Selasa malam sekitar pukul 00.00 WIB.

“Sekitar pukul 01.00 WIB, korban sudah tidak ada di kamarnya. Ibunya panik, membangunkan seluruh anggota keluarga, dan melakukan pencarian, tapi hasilnya nihil,” kata Mutmainnah.

Baca Juga:  Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

Mutmainnah menegaskan, korban dikenal sebagai anak yang jarang memegang ponsel tanpa pengawasan orang tua, sehingga keberadaan dua santriwati utusan ponpes yang mendatangi rumah korban sehari sebelumnya patut dicermati.

“Korban didatangi langsung ke rumah karena memang tidak bebas berkomunikasi lewat handphone,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mutmainnah mengungkap adanya pesan pribadi melalui Instagram dari salah satu lora berinisial S, yang berisi bujukan untuk menikah dengan korban.

“Dalam kondisi psikologis korban yang belum stabil, rayuan tersebut diduga kuat memengaruhi korban,” ujarnya.

MHI bersama kuasa hukum dan keluarga korban mendesak agar korban segera ditemukan dan dikembalikan dalam kondisi selamat. Mereka menegaskan, hilangnya korban tidak akan menghentikan proses hukum.

Baca Juga:  Ungkap Jambret Maut Plakpak, Kapolres Pamekasan Apresiasi 13 Personel Satreskrim: Tiga Hari, Pelaku Dibekuk!

“Proses hukum tetap berjalan, baik di Polres Bangkalan maupun di Polda Jatim,” tegas Mutmainnah.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kehilangan korban.

“Iya, laporannya sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya singkat.

Kasus ini menyita perhatian publik, lantaran hilangnya korban terjadi di tengah proses hukum dugaan pencabulan yang melibatkan figur berpengaruh di lingkungan pesantren.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Diduga Gunakan Aset Desa, Kasus Dapur SPPG Pasangger Masuk Penyelidikan; Mitra Pengelola Mangkir Dipanggil Polisi
Hamili Anak Kandung Berusia 13 Tahun, Seorang Ayah di Tangkap Polres Pamekasan
Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan
Klarifikasi Berlangsung Hampir 10 Jam, Korwil BGN Pamekasan: Kami Terbuka dan Kooperatif
Rokok Bodong L 300, Turbo dan Merah Delima Diduga Beredar di Madura, Garasi Jatim Desak Bea Cukai Bertindak
Aries Farida Hilang Misterius di Pamekasan, Polisi Sisir Petunjuk dari Rumah Berantakan
Kerangka Manusia di Sampang Kembali Gegerkan Publik, Forensik Temukan Tulang Baru dan Identitas Masih Misterius
Ayah Lapor Polisi, Bocah 4 Tahun di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Diduga Gunakan Aset Desa, Kasus Dapur SPPG Pasangger Masuk Penyelidikan; Mitra Pengelola Mangkir Dipanggil Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Hamili Anak Kandung Berusia 13 Tahun, Seorang Ayah di Tangkap Polres Pamekasan

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Ibu Kandung Diamankan Usai Anak Perempuan 10 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:01 WIB

Klarifikasi Berlangsung Hampir 10 Jam, Korwil BGN Pamekasan: Kami Terbuka dan Kooperatif

Sabtu, 25 April 2026 - 09:54 WIB

Rokok Bodong L 300, Turbo dan Merah Delima Diduga Beredar di Madura, Garasi Jatim Desak Bea Cukai Bertindak

Berita Terbaru