SAMPANG, MADURAORBIT.id – Kasus penemuan kerangka manusia di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan publik. Tim forensik menemukan sisa tulang tambahan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, menandakan proses pengungkapan kasus ini masih jauh dari kata tuntas.
Penemuan terbaru tersebut memperkuat dugaan bahwa penyelidikan membutuhkan pendalaman serius, baik dari sisi medis forensik maupun kriminalistik. Hingga kini, identitas korban pun belum dapat dipastikan secara hukum.
Penyelidikan dilakukan secara intensif oleh Polres Sampang bersama Tim Inafis Polda Jawa Timur. Fokus utama aparat adalah mengungkap penyebab kematian serta kronologi keberadaan korban di dalam lubang bekas galian tempat kerangka pertama kali ditemukan.
Minimnya informasi awal, munculnya klaim sepihak dari pihak yang mengaku keluarga korban, hingga penolakan tes DNA membuat kasus kerangka manusia di Sampang semakin kompleks dan menyita perhatian publik. Berikut rangkuman fakta-fakta terbarunya:
Tim Forensik Temukan Fragmen Tulang Tambahan
Olah TKP lanjutan digelar pada Jumat (30/1/2026) oleh tim gabungan yang dipimpin Kasi Inafis Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Soekris Trihartono. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh di sekitar lokasi awal penemuan kerangka.
Dari hasil penyisiran tersebut, petugas menemukan sejumlah fragmen tulang tambahan yang diduga kuat merupakan bagian tubuh korban. Seluruh temuan langsung diamankan sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan lanjutan.
Kerangka Dibawa ke RSUD untuk Pemeriksaan Medis
Kerangka beserta fragmen tulang yang ditemukan selanjutnya dibawa ke RSUD Sampang untuk dilakukan pemeriksaan medis forensik. Proses ini bertujuan menyusun ulang struktur tulang sekaligus mendeteksi adanya tanda-tanda kekerasan atau penyebab kematian lainnya.
Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta sebenarnya,” ujarnya.
Sempat Dimakamkan Warga, Makam Dibongkar Kembali
Sebelum pemeriksaan lanjutan dilakukan, kerangka manusia tersebut sempat dimakamkan oleh warga setempat lantaran identitas korban belum diketahui.
Namun, makam tersebut kemudian dibongkar kembali setelah beberapa orang mendatangi Mapolres Sampang dan mengaku sebagai keluarga korban. Mereka mengajukan permintaan resmi agar kerangka dipindahkan.
Klaim Keluarga Korban Muncul
Pihak yang mengaku memiliki hubungan darah dengan korban terdiri dari kakak kandung, mertua, hingga anak korban. Mereka meminta agar kerangka dipindahkan dan dimakamkan di alamat keluarga di Surabaya.
“Ada beberapa orang datang mengaku keluarga korban. Mereka meminta agar kerangka tersebut dipindahkan ke alamat keluarga untuk dimakamkan di sana,” jelas AKP Eko Puji Waluyo.
Penolakan Tes DNA Jadi Kendala Utama
Meski kerangka telah dipindahkan, polisi menegaskan identitas korban belum bisa ditetapkan secara yuridis. Pasalnya, pihak yang mengaku keluarga menolak dilakukan tes DNA, yang sejatinya menjadi kunci utama dalam proses identifikasi.
Penolakan tersebut membuat polisi masih harus mengandalkan hasil olah TKP lanjutan serta pemeriksaan forensik untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.
Aparat memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga kasus kerangka manusia di Sampang ini menemukan titik terang.
Penulis : Redaksi
















